Selasa, 04 Desember 2018

Tantangan Menulis 31 Hari

Tahun 2018 memasuki  bulan yang terakhir, seolah tahun ini akan begitu saja berlalu tanpa bekas, tanpa jejak. Tentu banyak hal yang terjadi selama sebelas bulan yang telah lalu, tapi terlalu banyak yang hanya berlalu. Hidup tampak tanpa arti bila hanya menunggu fajar dan senja. Oleh karena itu, perlu suatu hal yang harus dilakukan secara berkelanjutan dan meninggalkan jejak. Bukan hanya sekedar meninggalkan jejak, tetapi juga dapat dijadikan inspirasi bagi yang hidupnya tidak hanya menunggu fajar dan senja.
Banyak hal yang dapat dilakukan secara berkelanjutan dan juga meninggalkan jejak bahkan dapat menginspirasi. Tetapi dari banyak hal tersebut pilihan jatuh kepada menulis. Tak ada alasan spesifik ataupun alasan yang khusus dari memilih menulis, tetapi banyak hal yang dapat dijadikan sebuah tulisan yang dapat menginspirasi. Menulis juga merupakan suatu hal yang dapat dijadikan sebuah kegiatan yang dapat dilakukan secara berkelanjutan. Memang tidak mudah untuk menyusun kata kata menjadi sebuah tulisan yang menginspirasi, apalagi bagi yang tidak terbiasa membaca. Karena dengan membaca diri kita ditaburi oleh kata kata yang dapat dijadikan tulisan. Yang terbiasa membacapun memang belum tentu bisa dengan tekun menulis bila kepekaan dirinya terhadap apa yang terjadi di sekitarnya tidak dapat dirasakan. Tetapi menulis juga bukanlah suatu hal yang sulit untk dilakukan. Orang yang menjadi inspirasi saya dalam menulis yaitu (alm) Nusa Putra sudah memberikan tips dan triknya untuk menulis. Beliau berkata dalam tulisannya menulis itu lebih perlu pantat dari pada kepala. Artinya perlu situasi dan kondisi yang nyaman bagi kita untuk menulis. Selain itu juga beliau menyampaikan menulislah seperti shalat. Keberlanjutan dan konsistensi dari shalat menjadi contoh yang baik untuk menulis.
Sudah diputuskan, dibulan terakhir pada tahun  2018 ini, saya menantang diri saya untuk menulis selama 31 hari penuh dengan minimal menulis satu tulisan setiap harinya. Memang tantangan itu sudah dirancang sebelumnya, tetapi baru dapat dilaksanakan pada tanggal 3. Dan tulisan ini merupakan tulisan kedua yang ditulis pada tanggal 4 yang mestinya menjadi awal dari mulainya tantangan, tetapi hal ini bukanlah suatu hal yang perlu berlarut dibahas. Oleh karena itu saya masih memiliki hutang dua tulisan yang semoga segera bisa saha tunaikan.
Terakhir, semoga tantangan ini tidak hanya selesai dan berlalu seiring dengan berakhirnya tahun 2018. Tetapi juga tetap berlanjut seiring dengan bergantinya tahun, dan terus berlanjut sehingga hidup ini tidak hanya benar benar menunggu fajar dan senja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar