Kamis, 06 Desember 2018

Menulis (itu) Apa?

Menurut kbbi menulis yaitu ; 1) membuat huruf (angka dan sebagainya) dengan pena (pensil, kapur dan sebagainya), 2) melahirkan pikiran atau perasaan dengan tulisan. Tentu tidak sulit untuk menyusun huruf demi huruf, kata demi kata, kalimat demi kalimat yang menjadi sebuah paragraf hingga berakhir pada sebuah tulisan. Hal tersebut bisa dilakukan dengan catatan terdapat referensi yang dijadikan sebagai bahan untuk membuat tulisan. Apabila mengacu pada pengertian yang pertama, menulis bisa dilakukan dengan "menulis ulang" atau menyalin tulisan dari beragam sumber sepeti buku, koran, dan sebagainya. Atau ketika ada seorang murid yang menjawab berbagai soa-soal ujian. Apa yang kita lihat dan kita dengar juga bisa kita jadikan sebagai referensi untuk membuat huruf (menulis). Dari yang kita lihat dan dengar itu kita bisa meruntut atau menceritakan kembali ke dalam bentuk tulisan. Hal hal tersebut menurut saya merupakan hal hal yang mendasar dari menulis yang diukur dari kegiatan menulis itu sendiri dan juga referensi yang digunakan untuk menulis.
Lebih lanjut lagi sebagai referensi untuk menulis dari apa yang kita lihat dan kita dengar, kita bisa menambahkan pandangan (pikiran) kita dari apa yang kita dengar dan kita lihat dalam sebuah tulisan. Seperti yang dilakukan oleh inspirator saya (alm) Nusa Putra  dalam menulis. Beliau menyalin sebuah berita dari berbagai media kemudian menambahkan pandangannya terhadap berita tersebut dalam tulisannya. Yang terlihat jelas dari hal tersebut adalah semakin panjangnya sebuah tulisan dalam satu judul dan semakin banyaknya halaman dalam sebuah buku. Bagi saya justru hal tersebut bermanfaat bagi pembacanya. Manfaat yang pertama yaitu pembaca mendapatkan informasi atas berita yang disalin tersebut. Yang kedua pembaca bisa belajar menganalisis sebuah berita. Dan yang ketiga pembaca juga bisa belajar bagaimana cara menyampaikan analisisnya dalam bentuk tulisan. Melalui tulisan tersebut pembaca setidaknya bisa mempelajari tiga hal seperti yang sudah disampaikan.
Yang berikutnya yaitu menuangkan perasaan ke dalam sebuah tulisan. Hal yang dirasakan juga menjadi referensi yang baik untuk dijadikan sebuah tulisan. Hal ini biasa dan bahkan seringkali dilakukan. Banyak orang menuangkan perasaannya ke dalam sebuah tulisan dalam bentuk puisi. Puisi menjadi pilihan seseorang menuangkan berbagai perasaannya. Dari berbagai perasaan, rasa cinta yang tampaknya seringkali dituangkan ke dalam puisi. Baik itu bahagia karna cinta maupun kecewa karna cinta. Menuangkan perasaan ke dalam tulisan menjadi pilihan karena bagi si penulis perasaannya dapat tersampaikan atau si penulis dapat merasa lebih baik jika menuliskan perasaannya. Tulisan ini pun juga berasal dari sebuah perasaan. Perasaan untuk segera menunaikan tantangan membuat sebuah tulisan dalam sehari selama 31 hari.
Pada awalnya terdapat beragam hal yang dapat dijadikan referensi untuk sebuah tulisan. Mulai dari yang terjadi sehari kemarin (selasa, 4 Desember 2018) yaitu pertandingan sepak bola liga 2 dan tayangan sebuah acara di stasiun tv swasta sampai kejadian kejadian yang terjadi pada hari ini. Akan tetapi, penulis merasa kebingungan dengan hal apa yang akan ditulis dari referensi referensi tersebut. Sampai pada akhirnya penulis memutuskan untuk memahami terlebih dahulu apa  yang dimaksud dengan menulis sebelum kembali melanjutkan untuk menyelesaikan tantangan menulis. Seketika terlintas dalam pikiran untuk membuka kbbi dan mencari pengertian menulis untuk memahami apa itu menulis lebih jauh dan dalam. Berdasar dari pengertian tersebutlah tulisan ini dimulai. Yang pada akhirnya tulisan ini nampak menjadi sebuah catatan kecil tentang pengertian menulis menurut kbbi  dan juga tips dan trik sederhana untuk membuat sebuah tulisan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar