Berbagai kalangan masyarakat dan media merespon bencana ini. Masyarakat pada umumnya menyampaikan bela sungkawa dan menyampaikan rasa duka serta memanjatkan doa. Media terus memberitakan, memperbarui informasi mengenai korban dan proses evakuasi gempa. Ucapan duka maupun bela sungkawa serta doa bukan hanya datang dari dalam negeri. Tetapi juga datang dari luar negeri. Bahkan sampai pesepakbola Mesut Ozil yang berkebangsaan Jerman tapi memiliki darah Turki menyampaikan dukanya di akun media sosialnya dengan Bahasa Indonesia.
Berbagai informasi mengenai bencana tersebut disampaikan oleh media. Tentu hal itu diharapkan untuk membantu berbagai pihak dalam menangani bencana dengan cepat dan tepat. Meski terdapat media yang menyampaikan informasi yang diberikan oleh dua lembaga kredibel terkait bencana bahwa gelombang tersebut bukanlah tsunami. Namum pada akhirnya diklarifikasi gelombang tersebut sebagai tsunami. Ada yang menganggap hal itu merupakan kekeliruan fatal yang disampaikan oleh dua lembaga kredibel tersebut. Tetapi hal itu tidak perlu kita permasalahkan lebih jauh. Dan diberbagai media sosialpun terdapat berbagai respon mengenai bencana tersebut.
Ada yang mengkaitkan bencana tsunami itu dengan berbagai kejadian yang terjadi di negeri ini. Ada juga yang mendiskusikan, apakah ini adalah bencana alam, musibah, peringatan ataukah ini merupakan sebuah azab. Hal ini menjadi pola yang berulang ketika terjadi bencana di negeri ini. Ada orang yang sibuk memberitakan bencananya, ada orang yang sibuk mendiskusikan bencananya, dan ada pula orang yang sibuk melakukan berbagai kegiatan sosial untuk membantu korban bencana. Yang menarik adalah pada bagian orang orang yang mendiskusikan suatu peristiwa ini. Biasanya yang didiskusikan adalah penyebab bencana, respon pemerintah, dan apakah ini murni bencana alam ataukah ini merupakan peringatan atau sebuah azab.
Pada bagian diskusi tersebut bisa jadi membosankan ketika topik diskusinya yaitu respon pemerintah. Ujung diskusinya jelas, pemerintah yang memiliki daya lebih dibandingkan dengan sekelompok masyarakat mestinya cepat tanggap. Diskusi juga bisa menjadi menambah wawasan jika topik diskusinya yaitu penyebab dan proses bencana itu terjadi. Terdapat sebuah kejadian alam yang bisa menambah pengetahuan kita serta bisa kita jadikan dasar untuk berupaya meminimalisir korban atau kerugian bencana. Dan diskusi bisa menjadi buang buang energi jika topik bahasannya dikaitkan dengan peristiwa politik lalu disambung dengan bahasan apakah ini murni bencana ataukah ini azab akibat beberapa peristiwa politik yang terjadi.
Yang jelas bahwa peristiwa ini merupakan suatu peristiwa alam. Hal ini bisa disepakati oleh siapapun. Kemudian peristiwa alam ini merupakan bagian dari kuasa Allah. Dan percayalah hal ini tak ada yang mampu membantahnya. Namun muncul pertanyaan, apa tujuan atau maksud dari peristiwa atau bencana alam ini yang merupakan kuasa Allah terjadi? Apakah ini teguran, peringatan, ataukah ini benar azab, dan bisa jadi karena ini hak prerogatif Allah bahkan untuk bertanyapun kita tidak punya hak. Tetapi hal ini perlu dicarikan jawaban agar kita tidak hanya berdiskusi tetapi juga bertindak nyata dalam perbuatan terhadap bencana alam.
Pertama kita sepakati bahwa ini merupakan sebuah bencana alam yang merupakan bagian dari kuasa Allah. Kedua apakah bencana ini merupakan teguran atau azab Allah biarlah ini tetap berada pada hak prerogatif Allah. Kita bisa memiliki pendapat, kita juga bisa menyampaikan pendapat tentang bencana ini, tetapi kita tidak bisa menyatakan bahwa pendapat kita merupakan kebenaran.
Dan pendapat dari penulis mengenai peristiwa ini yaitu terimalah bencana ini sebagai bagian dari kuasa Allah dan anggaplah bencana tersebut sebagai peringatan bagi kita. Kita terima sebagai kuasa Allah dan sebagai peringatan bahwa manusia makhluk lemah, manusia tidak memiliki kuasa akan dunia, manusia akan kembali kepada Allah dalam kondisi siap ataupun tidak siap dan dimintai pertanggungjawaban atas kehidupan di dunia. Dengan begitu kita bisa berbuat sesuatu yang terbaik untuk diri kita sendiri dan untuk orang lain.
Dan terhadap bencana ini kita tidak hanya berdiskusi mengkaitkan bencana yang terjadi dengan sebuah peristiwa yang terjadi didunia, di bidanh politik khususnya. Karena yang terpenting yaitu jika kita bisa berbuat sesuatu untuk membantu saudara kita maka lakukanlah. Dan jika kita memiliki keterbatasan maka doa kita juga bisa membatu saudara saudara kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar