Pada pagi yang sunyi
Hujan turun menemani
Tak perlu menunggu redup
Dalam terikpun hujan tetap hidup
Suara rintikmu pada genteng bocor
Membangunkan resah karpet kotor
Angin membawamu menghantam dedaunan
Akar rumput menanti kau singgahi
Tanah tanah kembali basah
Aspal aspal kembali hitam
Sungai sungai kembali mengalir deras
Namun ada yang tak menunggu
Baginya hujan itu mengganggu
Kembali menumbuhkan rindu
Tapi ada yang memandangi
Melihat hujan dalam sepi
Karena bersama hujan
Ia rasakan mata air
Juga air mata
Tidak ada komentar:
Posting Komentar