Upacara selesai dilaksanakan, para murid berkumpul di kelas masing-masing. "Anak-anak duduk yang rapih dan tolong perhatikan." Terdengar suara wali kelas di sebuah kelas. "Sekertaris kelas tolong absensi kelas tetap berjalan," ucap wali kelas tersebut. "Yaahh, pak buku absennya ketinggalan di tas yang biasa saya pakai," ucap sekertaris kelas melaporkan bahwa buku absensi kelas tertinggal. "Yasudah, kamu tulis dulu dikertas selembar, nanti absennya kamu pindahkan," pinta waki kelas kepada muridnya. "Siaapp pak," jawab murid tersebut sambil memeragakan hormat bendera kepada gurunya.
Ditulislah absen tersebut diselembar kertas. Kemudian kertas absen tersebut terlebih dahulu diserahkan kepada wali kelas untuk diperiksa. Di kertas tersebut tertulis absen kelas 7A. Pada kertas tersebut ditulis nama para murid yang hadir dalam kegiatan peringatan hari guru di sekolah itu. Wali kelas 7A membaca satu persatu nama murid yang tertulis di kertas absen itu. Kemudian guru mengingat siapa saja yang tidak hadir. "Hey nak, kemari." Pinta guru kepada sekertaris kelas. Dengan segera sekertaris kelas menghampiri. "Yang namanya absen itu yang tidak hadir, bukan yang hadir yang kamu tulis, keliru kamu ini, tulis ulang lagi, bapak tunggu di ruang guru". Ucap wali kelas terhadap sekertaris kelas.
Dengan segera absensi kelas ditulis dan diserahkan kepada wali kelas di ruang guru."Ini pak absennya," ucap sekertaris kelas sambil menyerahkan kertas absennya. Sesaat wali kelasnya memeriksa absen kelasnya, "Yasudah terima kasih, kamu kembali ke kelas sambil menunggu OSIS mempersiapkan kegiatannya."
Sebelum murid itu meninggalkan ruang guru, ada seorang guru memanggilnya. "Hey Gus, sini Ibu mau minta tolong, belikan ibu aqua botol dingin di kantin." Pinta guru tersebut kepada murid itu yang bernama Bagus. Selang beberapa saat murid itu kembali dengan membawa air mineral botol yang bertuliskan merk OASIS. "Gus, kan ibu mintanya aqua bukan oasis," celetuk guru kepada Bagus. "Yahh bu saya udah bilangnya aqua tapi dikasihnya itu, abis kali bu adanya itu," si Bagus memberikan alasan. Kemudian guru tersebut berniat menjahili bagus, "Ibu ga mau itu, balik lagi sana ke kantin, tukar minumnya." Tak berselang lama Bagus kembali masih dengan membawa air mineral yang sama. "Bu, kata ibu kantinnya ibu biasanya mau dikasih minum ini," ucap bagus menyampaikan pesan ibu kantin. "Iya kalo dikasih ibu mau tapi kan ibu beli jadi maunya yang merk aqua," ucap guru kepada bagus. Balik lagi sana ke kantin kalo ga ada ga usah beli." Bagus langsung berbalik badan menuju kantin untuk menukar minumnya. Tetapi begitu keluar melewati pintu ruang guru, Bagus dipanggil, "Gus, Bagus yasudah sini minumnya ibu haus." Sambil memberikan minum dan uang kembaliannya Bagus berkata, "ahh ibu mau ngerjain saya ya." Ucapan bagus itu disambut tawa oleh beberapa guru lain yang berada di ruang guru.
Dan kegiatan peringatan hari gurupun dimulai. Kegiatan diawali dengan penampilan tari tradisional atau tari daerah, dilanjutkan dengan penampilan paduan suara. Sebagai penutup kegiatan peringatan hari guru diadakan lomba memasak yang pesertanya adalah para guru. Guru dibagi beberapa kelompok dari guru laki laki dan perempuan. Para guru diminta untuk mengolah dan menyajikan bahan makanan yang sudah disiapkan. Kegiatan peringatan hari guru selsai, semua murid dan para guru kembali kerumahnya masing masing. Begitu juga dengan Bagus yang kembali ke rumahnya.
"Assalamualaikum, Bu, Pak, Bagus pulang," ucap bagus ketika memasuki rumah. Bagus heran tak ada yang menjawab salamnya. Bagus bergegas menuju dapur, tak juga ada orang. Tetapi Bagus mendengar suara mesin cuci, ternyata Ibunya sedang mencuci pakaian dan Bapaknya sedang menjemur pakaian. "Ehh Bagus udah pulang," ucap ibu Bagus. "Iya Bagus tadi udah ngucap salam tapi gak ada yang jawab," jawab Bagus sambil mencium tangan ibunya. "Waalaikumussalam, iya ibu ga denger karna keganggu suara mesin cuci juga. Yasudah kamu ganti baju trus ibu mau minta tolong belikan rinso sama sabun mandi, sudah mau habis semua." Pinta ibu Bagus sambil menyiapkan uang dan menaruhnya di meja.
Bagus selalu siap jika orang tua atau gurunya menyuruh Bagus melakukan sesuatu atau ada orang yang meminta tolong kepadanya. Selama Bagus bisa kerjakan ia akan bantu. Karena Bagus sadar setiap orang butuh orang lain bahkan suatu saat nanti Bagus yang akan membutuhkan orang lain. Tak masalah baginya jika ada orang yang meminta tolong tak mengucapkan terima kasih. Namun hari ini Bagus merasakan hal yang berbeda.
"Ibu ini sabun cucinya, sabun mandinya udah Bagus taruh di kamar mandi," ucap bagus sambil memberikan sabun cuci yang dia beli keada ibunya. Tetapi ibu Bagus tidak langsung mengambil sabun cucinya. "Lohh, ibu kan bilangnya rinso bukan attack, sana tukar ke warungnya." Segera Bagus menuju warung untuk menukarnya. "Ibu, rinsonya abis, adanya ini," tak berselang lama suara Bagus kembali terdengar. "Kamu cari di warung lain aja minta tuker uangnya," pinta ibunya. Bagus merasa kesal, "kenapa sih tadi di sekolah juga kaya gini, padahal sama sama air minum, sama sama sabun cuci."
Bapak Bagus yang masuk rumah setelah menjemur baju mendengar Bagus berkeluh seperti itu saat keluar rumah. "Gus, Bagus ke sini dulu kamu," ucap Bapaknya setelah mendengar keluh Bagus. "Sini duduk dulu, bapak mau tanya." Kemudian Bagus dan bapaknya duduk bersebelahan.
"Kamu kenapa ko tadi bapak denger kamu ngedumel aja?" Tanya bapak Bagus. "Itu pak, tadi disekolah, Bagus disuruh beli air minum aqua di kantin trus sama ibu kantinnya dikasih air minum yang merk nya oasis, gurunya maunya aqua eh bagus disuruh bolak balik, padahal sama sama air minum," ucap bagus menyampaikan awal keluh kesahnya. "Trus tadi ibu nyuruh beli rinso buat nyuci baju sama yang jaga warungnya dikasih yang merk attack, ehh ibu bilang suruh tuker trus cari di warung lain sabun yang merknya rinso, heran sama kesel aja gitu padahal fungsinya sama aja," tutup keluh kesah Bagus kepada bapaknya.
Bagus semakin kesal mendapati bapaknya tertawa setelah mendengar keluh kesah Bagus, "Bapak kenapa ketawa?" Tanya bagus dengan nada kesal. "Hahaha yaa lucu aja hal kaya gitu ternyata bisa bikin kamu kesel juga. Gus, hal kaya gitu namanya persepsi yang keliru. Hal itu sudah jadi lumrah dan biasa di masyarakat karena ada kesepakatan dan kesepahaman. Kaya air putih, padahal itu air mineral bening bukan putih kaya susu. Tapi itu jadi lumrah dan biasa karena ada kita sepakat dan saling paham. Selama itu tidak merusak hal hal yang mendasar dan tidak membuat gaduh di masyarakat yaa kita ikuti saja, kita terima sebagai dinamika hidup masyarakat. Kalo kamu tidak setuju boleh kamu sampaikan dengan baik. Kalo orang tidak setuju pendapatmu ya sudah kamu terima saja, tohh tak pengaruh signifikan ke hidup kan. Itu yang buat hidup ini indah, kamu nikmati saja dan tetep jalani hidup kamu seperti yang kamu yakini. Sudah kamu belikan dulu sabun cucinya nanti ibumu marah," bapak bagus menutup obrolannya.
Bagus segera beranjak dari bangku, tetapi sebelum keluar rumah Bagus menghampiri ibunya, "Bu, kalo Bagus lama berarti Bagus keliling dulu ya cari warung yang jual rinso," ucap Bagus kepada ibunya. Bagus mendapat ide seperti itu setelah mendengar petuah dari ayahnya. Tak lama bagus sudah kembali dengan membawa sabun cuci yang kali ini benar dengan merk rinso. Setelah kejadian ini Bagus lebih berhati hati dan memastikan dengan baik apa yang diminta oleh orang orang saat meminta tolong kepadanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar