Kau pergi meninggalkan kota
Juga rasa
Rasa rindu kepada lirih suara
Saat kau menyebut nama
Memang tak terdengar kata
Namun nada bibirmu terbaca
Saat aku menyapa
Kau sampaikan berita
Kau berada di beranda
Ketika kulemparkan canda
Semula kau bersedia
Kau tau diriku pelupa
Bahwa dirimu seorang perasa
Kini aku kembali pada waktu
Aku rindu pada tipis matamu
Yang memandang lugu
Karena memang seperti itu
Cara dirimu ber-laku
Bisakah kita seperti dulu?
Yang selalu mengatur waktu
Bukan sekedar bertemu
Tetapi untuk berbagi ilmu
Juga melepas rindu
Padamu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar