Liburan sekolah telah usai. Semua murid dan juga guru kembali beraktivitas seperti biasa di sekolah. Pada hari pertama masuk sekolah, sebagian murid terlihat bersemangat datang ke sekolah sebagian lainnya nampak masih ingin merasakan libur sekolah. Begitu juga dengan para guru, suasana libur masih menyelimuti diri para guru. Tetapi mereka tetap harus menjalankan tugas mereka.
Sebelum pelajaran pertama dimulai, para murid yang berada di teras kelas, lapangan sekolah, maupun yang di dalam kelas asik berbincang mengenai berbagai macam hal, termasuk kegiatan mereka selama masa libur sekolah. Para murid sangat antusias menceritakan pengalaman liburan mereka. Seolah olah pengalaman liburan merekalah yang paling seru, paling meriah, paling berkesan diantara pengalaman teman-temannya dan juga pengalaman dirinya yang lain.
Sementara Bagus, masih mendengarkan dengan baik cerita teman-temannya. Dia masih menyimpan cerita masa liburannya. Tak terasa lagu lagu wajib nasional mulai terdengar, itu tandanya kegitan pembelajaran akan dimulai. Sebelum memulai pembelajaran ada pembiasaan pembiasaan terlebih dahulu yang dilakukan oleh seluruh murid dan juga para guru. Pembiasaan tersebut merupakan program sekolah yang bertujuan untuk membentuk sikap yang baik tehadap seluruh murid. Salah satu pembiasaan yang dilakukan yaitu wali kelas masuk terlebih dahulu sebelum pelajaran pertama untuk mengingatkan dan menanamkan sikap yang baik
"Assalamualaikum," wali kelas Bagus memasuki kelas dengan mengucap salam. Karena hanya sebagian kecil murid yang menjawab salam itu pun dengan suara yang pelan, wali kelas Bagus mengulang mengucapkan salamnya dengan suara yang lebih keras "Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh." Semua murid termasuk yang pada mulanya tidak menjawab salam sontak kaget dan menjawab salam dengan suara yang keras juga, "waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh." Setelah menjawab salam semua murid duduk di tempatnya masing masing dengan rapih. "Nahh gitu dong semangat, masih pagi harus semangat, diajak menanam pahala yang gampang pagi pagi harus semangat, yasudah ketua kelas siapkan dulu berdoa," ucap wali kelas Bagus mengawali kegiatan di pagi itu.
"Ehh Gus udah mau liburan nih, lu mau kemana liburan?" Ucap Agus yang bertanya kepada Bagus tentang rencana liburannya. Agus merupakan ketua kelas dan juga teman semeja Bagus. "Belom tau nih gua sih belom punya rencana, tapi biasanya bapak gua udah punya rencana dan udah kasih tau duluan mau liburan ke mana, tapi sampe sekarang belom tau mau kemana," ucap Bagus menjawab pertanyaan Agus. Kemudian dengan nada terdengar sedikit sombong Agus berkata, "ohh gitu ya, kalo gua sihh udah ada rencana mau ke pegunungan gitu, ke kota Malang, soalnya liburan kemaren gua udah ke pantai dan sebelumnya juga udah ke Jogja ke tempat wisata gitu. Bapak gua bilang kalo ada rejekinya dia mau ajak gua keliling Indonesia biar gua kenal sama negara gua sendiri." Bagus mendengar dengan kesal tapi juga sabar.
Bagus pulang dengan membawa pertanyaan mau ke mana dia saat liburan. "Assalamualaikum," seperti biasa bagus pulang, masuk ke rumah dan memberi salam. Ibunya yang sedang mempersiapkan makan siang menjawab, "Waalaikumussalam." Bagus mencium tangan ibunya kemudian menuju kamar untuk berganti baju. Setelah itu ia dan ibunya makan siang bersama. "Bu, liburan ini kita mau ke mana?" Tanya bagus di sela sela makan siangnya. "Nanti tunggu bapak mu dulu ya Gus, biasanya bapak mu yang punya rencana," jawab ibu Bagus.
Bagus mengisi sore hari nya dengan berbagai hal, membaca buku, bersepeda, dan membantu ibunya membereskan rumah menyiram tanaman sambil menunggu bapaknya pulang. Sebelum maghrib Bagus sudah mandi dan bapaknya pun sudah pulang. Kemudian Bagus dan bapaknya shalat maghrib di musola dekat rumahnya. Setelah maghrib mereka makan malam bersama. Sebelum makan ibu Bagus berpesan, "Gus kalo mau tanya liburan ke mana nanti saja sehabis isya sehabis kamu belajar." Bagus hanya mengangguk. Kemudian setelah Bagus dan bapaknya shalat isya di musola, Bagus masuk kamar mengerjakan pr dan bapaknya duduk santai sambil menonton berita.
Bagus keluar kamar karena pr nya sudah dikerjakan dan langsung duduk di samping bapaknya yang sedang menyaksikan sebuah berita tentang bencana alam. "Pak, liburan ini kita mau ke mana?" Tanya Bagus kepada bapaknya saat iklan tv tayang. Seketika bapak Bagus menengok ke Bagus kemudian meminum kopi yang sudah mulai dingin. "Tumben kamu tanya gitu ada apa emangnya?" Bapak Bagus tidak langsung menjawab pertanyaannya. "Itu pak si Agus, mau liburan ke Malang, sebelumnya dia udah liburan ke pantai sawarna sama ke Jogja. Kayanya kita kalo liburan lebih sering ke rumah sodara sodara deh. Yaa meskipun dari rumah sodara kadang kita juga main ke tempat wisata juga sihh." Bagus menjawab pertanyaan bapaknya dengan sedikit nada keluh.
Bapak Bagus kembali meminum kopi karena sebelumnya dia memakan gorengan sambil mendengar jawaban si Bagus. "Gus denger baik-baik, kita pergi berlibur tapi kita tidak terhibur itu sama dengan kosong. Menurut bapak yang penting dari liburan itu adalah hiburannya. Orang liburan karena kurang hiburan. Tujuan banyak orang liburan itu untuk menghibur dirinya, jiwanya, menghibur diri dari kesibukan rutinitas keseharian yang itu itu aja yang bikin bosen. Banyak orang, apalagi di jaman sekarang ini lebih sering mengabadikan momen liburannya dibandingkan menikmati momen liburannya. Jadinya banyak dari mereka yang tidak terhibur di masa liburannya," belum selesai bicara, Bagus memotong pembicaraan bapaknya, "ohh orang orang yang suka unggah foto di sosial media itu ya pak?" Dengan sabar bapak Bagus mendengar dan menjawab pertanyaan Bagus. "Iya seperti itu, tidak semuanya tapi sebagian besar bisa jadi merasakan hal itu."
Bagus mendengarkan dan memikirkan apa yang dibicarakan oleh bapaknya. Bagus memikirkan apa maksud sebenernya dari pembicaraan bapaknya itu. Tetiba bapaknya lanjut berbicara, "Gus maksud bapak ngajak kamu ke rumah sodara sodara itu untuk silaturahim, liburannya dapet, hiburannya dapet, dan Insya Allah berkahnya dapet. Karena silaturahim itu ngebuka pintu rejeki kita. Coba kamu inget dan kamu rasain ulang pasti ada hal yang kamu pengenin dan kamu dapetin waktu main ke rumah sodara. Dan kamu ngerasain atau ngedapetin hal hal yang ga kamu duga." Bagus terlihat mengingat dan merasakan ulang apa yang disampaikan oleh bapaknya. Tiba tiba bapaknya bilang, "yaudah nanti bapak coba tanya sodara bapak yang di Malang kalo kita bisa ke sana kita ke sana. Tapii mungkin bukan tahun ini bisa jadi tahun depan karena sudah mepet waktu kita buat pesen tiket. Sekarang kamu siap-siap sana buat sekolah besok." Langsung Bagus jawab dengan sedikit teriak, "beneran nihh pak?, okee siapp".
Bagus sadar dari lamunannya setelah dia disenggol oleh Agus. Rupanya dia diminta untuk bercerita tentang liburannya karena gurunya melihat dia hanya melamun saat gurunya dan temannya bercerita tentang masa liburannya. Dengan ekspresif Bagus menceritakan masa liburannya di tempat sodaranya di Bogor dan juga menceritakan apa saja yang dia dapat dari liburannya sehingga dia merasa terhibur.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar