Sabtu, 30 Juli 2016

Catatan Perjalanan

Perjalanan panjang telah dilaluinya bersama bayangan yang bukan berasal dari dirinya
Ketika bayangan itu ada dibelakang dia menahan langkahnya dan berdiri dengan sabar menunggu bayangan tersebut kembali berjalan bersama dirinya
Dan ketika bayangan itu ada di depan dia berlari berjuang mengejar bayangan itu agar dia dapat kembali berjalan bersama bayangan tersebut
Dia tau bayangan itu terkadang menoleh pada saat berjalan bersamanya dan dengan senyumnya dia mengingatkan bayangan itu agar bayangan itu tetap melihat kedepan agar dapat terus berjalan bersama
Dan ketika bayangan itu seakan terhenti pada pejalan yang lain dengan amarahnya dia ingin meneruskan perjalanan itu sendiri ketika bayangan itu tersadar bahwa pejalan yang bersamanya itu menunggunya, bayangan itu bergegas menuju pejalan itu meminta untuk kembali berjalan bersama
Dengan kelembutan hati pejalan itu, dia bersedia berjalan kembali bersama bayangan itu
Mereka terus berjalan, meski tanpa suara pejalan itu mendengar bayangan yang berjalan berasamanya berbicara bahwa dia ingin menjadi nyata
Menemaninya berjalan, disaksikan orang terpenting bagi pejalan itu namun pejalan itu berkata tunggu, belum waktunya kau menjadi nyata karna masih ada jalan yang harus dilalui meskipun pejalan itu juga ingin bayangan itu menjadi nyata menemani jalannya
Kini mereka tetap berjalan, meskipun berada di jalan yang berbeda, mereka berjalan mencoba memahami perjalanan yang telah mereka lalui,
Mereka berjalan mencoba memahami apa hakikat dari perjalanan mereka
Mereka berjalan mencoba memahami untuk siapa mereka berjalan,
Mereka berjalan mencari tau apa yang akan dilakukan setelah mencapai tujuan
Mereka tetap berjalan menuju tujuan yang sama hingga bayangan itu menjadi nyata
Menemani pejalan itu dan disaksikan oleh orang terpenting pejalan itu
Menemani berjalan meskipun dari belakang dengan memberikan semangat
Menemani berjalan dari samping memberikan kenyamanan
Menemani berjalan dari depan membimbingnya untuk tetap berjalan pada jalan kebaikan

Jumat, 01 Juli 2016

Hidup dan Sehat ( Doa untuk Orang Tua dan Dosen baik, Dr. Nusa Putra, S.Fil., M.Pd)



Bila banyak hal di dunia ini diciptakan berpasangan maka kesehatan merupakan pasangan dari kehidupan. Apa jadinya bila kita hidup tapi kita tidak sehat selama hidup kita ? Mungkin masih banyak yang bisa kita lakukan apabila kita hidup tapi tidak sehat, karena setiap orang memiliki pandangan tertentu tentang sehat. Orang-orang lebih sering mengidentifikasi tidak sehat (sakit) itu secara fisik atau jasmani. Tetapi banyak juga yang sadar bahwa mental dan jiwa seseorang bisa tidak sehat, dan ini berbahaya. Sekarang masih menjadi viral di dunia maya ada cafe jamban, di mana jamban menjadi wadah untuk menyajikan makanan dan minuman di cafe tersebut. Berdasarkan informasi di salah satu sosial media ada yang berkomentar bahwa hal tersebut merupakan kampanye untuk mengingatkan masyarakat tentang pentingnya jamban untuk kesehatan. Tetapi apakah cara berkampamye tersebut tepat ? Atau apakah hal tersebut merupakan sebuah bentuk kreativitas ? Mungkin ada yangg tidak sehat secara mental dan jiwa terkait fenomena tersebut. Karena masih banyak cara untuk mengingatkan masyarakat tentang pentingnya jamban dan masih banyak bentuk kreativitas untuk membuat wadah tempat memyajikan makanan dan minuman.

Selain sehat secara mental dan jiwa, sehat secara fisik maupun jasmani juga sangat penting bagi hidup manusia. Jika kita sehat secara fisik dan jasmani akan lebih banyak hal baik yang dapat kita lakukan untuk hidup kita. Banyak cara dapat dilakukan untuk menjaga agar kita bias tetap sehat secara fisik maupun jasmani. Mulai dari berolahraga secara rutin, mengkonsumsi makanan dan minuman yang sehat dan dengan cara lainnya. Tapi apakah dengan cara tersebut ada jaminan bahwa kita dapat selalu sehat ? Tentu tidak karena kita hanya berusaha untuk menjaga kesehatan kita. Seorang penjaga gawang yang hebat pun gawangnya dapat dibobol dengan pemain yang tidak hebat. Begitu juga dengan kesehatan kita, Sewaktu waktu kesehatan kita dapat diambil (sesaat) oleh Allah karena Dia yang maha kuasa atas kehidupan kita termasuk kesehatan kita. Meskipun sewaktu waktu kesehatan kita dapat diambil bukan berarti kita berhenti berusaha ntuk menjaga kesehatan kita. Saat kita berhenti berusaha untuk menjaga kesehatan kita saat itulah kita menjadi tidak sehat. Semoga Allah memberikan lagi kesehatan (mengangkat penyakit) kepada orang tua, keluarga, orang orang terdekat, dan orang orang yang kita sayangi serta menjadikan kesehatannya berkah untuk kehidupannya.