Kamis, 13 Desember 2018

Manusia Ter-Pilih-An

"Dan Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah (12). Kemudian kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim) (13). Kemudian air mani itu kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu kami bungkus dengan daging. Kemudian kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta yang paling baik (14).” Q.S Al Mukminun : 12-14.
Paragraf di atas merupakan informasi atau penjelasan mengenai proses penciptaan manusia yang bersumber dari kitab suci Al Quran. Terdapat beberapa informasi lain yang menjelaskan proses penciptaan manusia pada Surat yang berbeda. Secara garis besar penjelasan yang terdapat pada Ayat di atas bukanlah tentang proses penciptaan manusia yang terbuat dari tanah, namun merupakan penjelasan mengenai proses penciptaan manusia secara biologis. Al Quran telah memberikan berbagai macam informasi tentang kehidupan, salah satunya yaitu tentang penciptaan manusia. Bertahun tahun setelah ayat Al Quran turun, ilmu pengetahuan membuktikan apa yang disampaikan Al Quran itu benar. Hal ini menunjukkan bahwa Al Quran benar benar merupakan firman Allah.
Yang akan dibahas pada tulisan ini yaitu bahwa manusia berasal dari air mani yang pada proses biologisnya terdapat ratusan juta sel atau air mani berebut untuk membuahi sel telur. Dari ratusan juta tersebut hanya akan ada satu sel atau pada beberapa proses terdapat lebih dari satu sel yang dapat membuahi sel telur. Bila terdapat lebih dari satu sel yang dapat membuahi sel telur maka proses itulah yang mengakibatkan lahirnya bayi kembar. Yang hendak disampaikan dari proses tersebut adalah kita merupakan manusia pilihan karena terlahir dari persaingan ratusan juta sel air mani. Kemudian setelah proses biologis dilewati munculah kita di dunia dan berhadapan dengan jutaan manusia pilihan lain yang mengalami proses yang sama dengan kita. Lalu bagaimana kita bisa menjadi manusia terpilih diantara manusia pilihan tersebut?.
Kita memang dilahirkan dari proses persaingan tetapi ketika kita di dunia kita tidak ingat pernah merasakan persaingan tersebut. Yang kita tau saat ini adalah pada mulanya kita mengalami proses persaingan yang sama meski di tempat yang berbeda, dan kita dilahirkan untuk kembali bersaing. Setelah kita dilahirkan, secara normal kita sama sama memiliki fisik atau anggota tubuh yang sama. Kita sama sama memiliki hati, jantung, otak, mata, mulut serta indra dan anggota tubuh lainnya. Dan selama atau setelah mengalami proses persaingan akan diketahui siapa yang menjadi manusia terpilih dari manusia pilihan. Kemudian yang menjadi pertanyaan dari hal tersebut adalah, apa yang menyebabkan orang lain menjadi manusia terpilih, padahal kita memiliki fisik atau anggota tubuh yang sama secara normal?
Untuk mengetahui jawaban tersebut, pertama kita harus paham bahwa meski memiliki anggota tubuh yang sama seperti mata, hidung, dan mulut kita memiliki raut atau bentuk wajah yang berbeda. Ini yang harus kita pahami lebih dalam mengapa dengan anggota tubuh yang sama tetapi memiliki bentuk wajah yang berbeda. Salah satu jawabannya mengapa kita memiliki bentuk wajah yang berbeda yaitu agar kita saling mengenal. Untuk mengenal kita perlu belajar, mencari tau dan memahami suatu hal, agar kita bukan hanya mengenal nama dan bentuk fisik tubuhnya. Dari sini kita bisa mendapat jawaban bahwa untuk menjadi manusia terpilih dari manusia pilihan kita harus belajar agar kita memiliki suatu keunggulan dibanding yang lainnya.
Pendorong proses belajar itu berasal dari dalam dan dari luar diri kita. Proses belajar pertama kali dilakukan oleh keluarga kita yang disebut sebagai agen sosialisasi. Oleh keluarga kita diberitahu banyak hal tentang kehidupan kita. Selain diberitahu kita juga diajarkan untuk melakukan bermacam macam hal untuk menjalani kehidupan kita. Selanjutnya proses belajar tersebut diteruskan oleh lingkungan masyarakat dan juga lingkungan sekolah sebagai bagian dari agen sosialisasi. Proses belajar tersebut merupakan proses belajar dari luar diri kita. Setelah mengalami proses belajar tersebut diri kita mengalami perkembangan sehingga masuklah pada tahap selanjutnya yaitu belajar yang didorong dari dalam diri kita sendiri. Di mana pada proses ini muncul rasa ingin tahu kemudian mencari tahu hingga kita melakukan hal hal baru. Melalui proses inilah diri kita ketika lahir yang pada mulanya tidak memiliki pengetahuan maupun kemampuan sedikit demi sedikit terisi. Tetapi apa manusia lain tidak mengalami hal yang sama? Tentu manusia lain juga mengalami hal yang sama. Yang menjadi pembeda adalah bagaimana cara kita melalui proses tersebut.
Terdapat hambatan, rintangan, tantangan pada proses hidup. Cara kita menghadapi tantangan yang menjadi pembeda. Cara kita menghadapi gemblengan hiduplah yang menjadi pembeda, yang bertahan dan terus berjuang melewati gemblengan hiduplah yang menjadi manusia terpilih dari manusia pilihan. Dan yang terpenting dari itu semua, dari segala proses yang kita hadapi ingatlah kembali pada diri kita bahwa kita diciptakan untuk kembali pada Sang Pencipta. Untuk itu laluilah proses belajar, lewatilah gemblengan hidup, dan ingatlah untuk apa kita hadapi segala proses itu maka kita akan menjadi manusia terpilih dari manusia pilihan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar