Sabtu, 12 Januari 2019

Si Bagus : Perbuatan - Ganjaran

Selepas istirahat di lapangan upacara, dua murid berdiri di bawah terik matahari. Mereka mendapatkan ganjaran atas perbuatan mereka. Melalui jendela kelas mereka menjadi tontonan, itu menjadi peringatan bagi semua untuk taat pada aturan. Agar semua paham, setiap pengingkaran aturan akan ada ganjaran. Dan setiap ketaatan pada aturan, mereka pun juga mendapat ganjaran.

Semua murid sudah mengetahui itu. Tetapi mengapa masih ada pengingkaran terhadap aturan? "Nak, kalian semua kan sudah tahu bahwa di sini terdapat aturan, tetapi mengapa masih saja kalian mengingkari aturan? Kalian juga tahu aturan ada untuk kebaikan, adanya aturan saja masih banyak terjadi hal hal tidak baik yang tidak diinginkan, bagaimana jika aturan itu tidak ada, apa yang akan terjadi pada kehidupan?" Ceramah guru kepada para muridnya mengingatkan.

Sesaat kedua murid itu merasa, mereka menjadi topik pembicaraan di seluruh ruang. Termasuk di ruang guru. Terjadi dialog, tentang perbuatan apa yang mereka lalukan, tentang ganjaran yang mereka dapatkan. Selain itu juga terdapat perdebatan, tentang ganjaran yang mereka dapatkan, sebagian berpendapat memang pantas ganjaran yang mereka dapat, yang lainya berpendapat ada ganjaran yang lebih pantas mereka dapatkan.

Sesunguhnya mereka semua tahu aturan, hanya saja sebagian dari mereka belum sepenuhnya sadar terhadap ganjaran yang akan didapat  atas perbuatan yang dilakukan. Seperti halnya dalam beragama, ganjaran atas perbuatan sebagian akan didapat setelah melalui hari berbangkit. Jika seluruh ganjaran atas perbuatan bagi yang mengingkari aturan langsung didapatkan, akankah masih ada kehidupan?

Bagus, teman satu kelas dari kedua murid tadi bercerita kepada bapaknya tentang yang terjadi di sekolah pada hari ini. Seperti biasa, ia bercerita selepas Isya. "Gus, bapak mau kamu perhatikan sebuah lirik lagu setelah itu kamu pikirkan dan bapak mau tahu pendapatmu tentang lirik lagu tersebut, 'jika surga dan neraka tak pernah ada masihkah kau bersujud kepada-Nya.' Itu lirik lagunya, coba kamu pikirkan dan apa pendapatmu." Bapak Bagus bernyanyi.

Bagus kebingungan dan ia belum bisa berpendapat. "Yang pasti bagi mereka yang mengakui dan berusaha untuk tidak mengulangi kesalahan, ampunan dan kesempatan untuk memperbaiki perbuatan akan mereka dapatkan. Karena Allah Maha Pengampun dan juga Maha Menyayangi ciptaannya." Bapak Bagus menutup dialog malam dengan sepotong nasihat. Meski raut kebingungan masih nampak, Bagus tidak terbawa arus kebingungannya. Karena ia memohon dalam shalatnya, untuk selalu diberikan petunjuk.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar