"...kenapa negara-negara seperti Korea Utara, Singapura, Israel, dan beberapa negara lainnya menjadi negara maju, atau setidaknya bisa lebih maju dibanding negara kita padahal kita memiliki sumber daya yang lebih banyak dibanding negara-negara tadi? Karena di negara kita Tuhan saja tidak ditakuti..."
Kelas Bagus sedang belajar mengenai Pendidikan Kewarganegaraan. Dan baru saja ditayangkan sebuah cuplikan pendapat dari narasumber salah satu acara tv yang berpendapat bahwa bangsa Indonesia tidak menjadi bangsa yang maju karena terdapat warganya yang tidak takut pada Tuhan. Sesaat setelah tayangan dihentikan tiba-tiba Bagus angkat tangan dan berdiri kemudian ia berbicara:
"Pak, saya tidak sependapat dengan orang itu. Menurut saya Indonesia tidak maju karena warganya banyak yang tidak taat kepada Tuhan."
Setelah mendengar pernyataan dari Bagus seorang murid lain bernama Abdi juga berbicara:
"Pak, itu Bagus nyontek kata-kata dari kapten timnas..."
"Iya bapak tau itu, bapak juga sudah baca itu diinstagram. Ayok yang belum follow instagram balak bisa follow." Pak guru menjawab pernyataan Abdi sambil mempromosikan akun sosial medianya.
Suasana kelas sedikit riuh membahas instagram. Tetapi pak guru mencoba menenangkan suasana kelas dan membawa kembali suasana kelas ke dalam suasana belajar.
"Baik anak-anak kita kembali ke topik pelajaran kita pada hari ini. Bagaimana pendapat kalian mengenai cuplikan tayangan tadi dan pendapat si Bagus?"
Suasana kelas tiba-tiba hening, para murid tidak terlalu ingat tentang cuplikan dan pendapar si Bagus tadi. Kemudian pak guru melanjutkan pelajaran hari itu. Ketika pelajaran hendak selesai, Agus mengangkat tangan dan bertanya:
"Pak, jadi sebenarnya terhadap Tuhan itu kita harus takut atau taat?"
...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar